Minggu, 16 Mei 2010

KARYA TARI TRADISI NUSANTARA DAN MANCANEGARA

1. Mengidentifikasi ciri khas tari tradisional nusantara dan mancanegara.
Belum banyak diketahui sejarah seni tari di tanah air kita. Namun, relief-relief candi dan kesustraan Jawa Kuno abad ke 11 yg mendeskripsikan pertunjukan tari Jawa serta sedikit banyaknya musafir Arab dan Eropa juga menyinggung tari dalam buku perjalanannya. Menurut mitos Jawa, tampak seperti juga gamelan,diciptakan oleh Batara Guru. Dari sudut bentuk dan perwujudannya perkembangan tari di Indonesia dapat dibagi atas lima tahap (Sedyawati, 1972),yaitu:
1. Tahap kehidupan terpencil dalam wilayah etnik.
2. Tahap masuknya pengaruh luar sebagai unsur asing.
3. Tahap penembusan secara sengaja batas kesukuan,sehubungan dengan tampilnya nasionalisme Indonesia.
4. Tahap gagasan mengenai pengembangan tari untuk taraf nasional.
5. Tahap kedewasaan baru yang ditandai oleh pencaharian nilai-nilai di dalam tari itu sendiri.



Secara keseluruhan tari itu dapat dibagi atas tiga kelompok besar yaitu:
1. Tari sepenuhnya
2. Tari tak mengandung cerita.
3. Tari mengandung cerita
Tari terpadu dengan unsur seni lain:
a. Terpadu dengan dialog
b. Terpadu dengan nyanyian
c. Terpadu dengan dialog dan nyanyian (cth. ketoprak)
Tari yang terpadu dengan permainan:
a. Dengan akrobatik
b. Dengan demonstrasi kekebalan
c. Dengan sulapan.

2. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat konsep garapan tari
1. Gagasan/ide, yaitu pemikiran dasar dalam menentuka keputusan.
2. Judul, yaitu gagasan tema yang direncanakan.
3. Bentuk sajian, yakni hasil garapan.
4. Iringan musik, yakni bunyi-bunyian dari alat musik
5. Waktu, ialah durasi atau ukuran lamany peragaan gerak
6. Kostum dan tata rias adalah sarana tambahan untuk mengubah penampilan
7. Lokasi adalah tempat pengolahan seni.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer