Senin, 31 Oktober 2011

MAKALAH PENERAPAN E-KTP

MAKALAH
PENERAPAN E-KTP

OLEH:
NEFI FITRIANA
1101120454

ILMU PEMERINTAHAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2011
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpahan karunia¬¬_Nya penulis dapat menyelesaikan sebuah makalah yang berjudul “Penerapan e-KTP”. Penyusunan makalah ini bertujuan sebagai penunjang mata kuliah Pengantar Ilmu Pemerintahan yang nantinya dapat digunakan mahasiswa untuk menambah wawasan dan pengetahuannya.
Di dalam pembuatan makalah ini banyak pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini, sehingga makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya. Pertama kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Drs. Paulus Edy Gia selaku dosen pembimbing, karena atas bimbingan dan sarannya jualah kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Terakhir kepada teman-teman yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.
Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini mungkin banyak terdapat kesalahan-kesalahan dan masih jauh dari kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritikan-kritikan dari pembaca, dan mudah-mudahan makalah ini dapat mencapai sasaran yang di harapkan dan mudah-mudahan makalah ini juga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Pekanbaru, Oktober 2011

Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3
DAFTAR GAMBAR 4
BAB I PENDAHULUAN 7
1.1 Latar Belakang 7
1.2 Rumusan Masalah 7
1.3 Tujuan 8
1.4 Manfaat 8
BAB II ISI DAN PEMBAHASAN 9
2.1 Pengertian e KTP 9
2.2 Peluncuran e KTP 9
2.3 Hambatan dalam Penerapan e KTP 11
2.4 Tanggapan-tanggapan atau Kritikan Mengenai Penerapan e KTP 12
BAB III PENUTUP 17
3.1 Simpulan 17
3.2 Saran 17
DAFTAR PUSTAKA 18


DAFTAR GAMBAR



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ilmu pemerintahan adalah ilmu yang mempelajari tentang segala yang menyangkut pemerintahan dan Negara. Ilmu pemerintahan merupakan ilmu sosial dan termasuk ilmu teoritis empiris dan juga ilmu ilmu praktis atau ilmu terapan karena akan langsung dapat diterapkan kepada masyarakat. Ilmu terapan yang bersifat empiris dikaji oleh para user yang pada gilirannya nanti mereka sudah siap pakai dipekerjakan dalam bidang pemerintahan. Tujuan mempelajari ilmu pemerintahan sudah barang tentu agar memahami teori, bentuk, dan proses pemerintahan sendiri. Oleh karena itu, penulis ingin mengkaji salah satu masalah yang berhubungan dengan ilmu pemerintahan yang berjudul “Penerapan e-KTP”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, perumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah:
1. Apakah yang dimaksud dengan e KTP?
2. Bagaimana peluncuran e KTP berlangsung?
3. Apa saja yang menjadi hambatan dalam penerapan e KTP?
4. Apa saja tanggapan-tanggapan atau kritikan mengenai penerapan e KTP?


1.3 Tujuan
Berdasarkan penjabaran dari rumusan masalah di atas, dapat diambil beberapa tujuan dari makalah ini, antara lain:
1. Supaya dapat mengetahui apa yang dimaksud e KTP
2. Untuk mengetahui peluncuran e KTP
3. Supaya dapat mengerti hambatan apa saja yang menjadi kendala dalam penerapan e KTP
4. Agar memahami tanggapan-tanggapan atau kritikan tentang penerapan e KTP
1.4 Manfaat
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari makalah ini adalah:
1. Menambah wawasan dan pengetahuan mengenai masalah pemerintahan
2. Memberikan informasi kepada penulis dan pembaca

BAB II
ISI DAN PEMBAHASAN
2.1 Pengertian e KTP

E KTP (Elektronik Kartu Penduduk) adalah suatu kartu tanda penduduk yang dibuat dari mesin elektronik dan ditulis dengan data digital. E KTP sengaja diadakan guna untuk mempermudah pemerintah dalam mengambil data penduduk, karena dengan E KTP pemerintah bisa langsung melihat data dari KTP elektronik tersebut tanpa harus menunggu data yang harus disensus terlebih dahulu. E KTP bisa terbilang lebih efektif dan efesien dibanding dengan KTP biasa.
2.2 Peluncuran e KTP
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (disdukcapil) Kota Pekanbaru, akhirnya melakukan launching serentak Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Kecamatan Bukit Raya, Payung Sekaki, Senapelan, Tenayan Raya dan Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru, Rabu (5/10). Sementara untuk launching perdana e-KTP tersebut dipusatkan di Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru, yang langsung diresmikan Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, HM Wardan.
Meski penerapan e-KTP di Kota Pekanbaru masih terkendala berbagai permasalahan penting lainnya. Wardan, meminta kepada Disdukcapil Kota Pekanbaru, untuk tetap maksimal melakukan program pemerintah tersebut. Dengan harapan, penerapan e-KTP di Kota Pekanbaru bisa terlaksana hingga batas waktu yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.''Kita berharap dengan berbagai keterbatasan alat, tenaga operator, listrik dan ruangannya, pihak. Disdukcapil tetap maksimal menjalankan program e-KTP ini,'' harap Wardan, usai meresmikan launching Perda e-KTP di Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru, Rabu (5/10).
Wardan mengimbau seluruh masyarakat Kota Pekanbaru, agar sama-sama menyambut positif dan menyukseskan program e-KTP yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat tersebut.
Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kota Pekanbaru, M Noer MBS, mengatakan pihaknya belum berani menargetkan penerapan e-KTP di Kota Pekanbaru bisa selesai dalam jangka waktu 100 hari yang ditetapkan Pemerintah Pusat. Pasalnya, selain sejumlah alat yang masih belum bisa digunakan sama sekali, juga karena sejumlah tenaga pendukung lainnya seperti listrik yang berada di Kecamatan Marpoyan Damai dan Sukajadi, hingga saat ini masih terkendala.
''100 hari yang diterapkan mungkin tidak bisa kita kejar. Karena seperti di Rumbai Pesisir, hingga saat ini alatnya belum konek. Sedangkan di Marpoyan Damai dan Sukajadi tidak bisa dilakukan perekaman karena listrinya tidak bisa, baru dihidupkan alat perekam, listriknya mati,'' jelas M Noer.(Abd)
2.3 Hambatan dalam Penerapan e KTP
REPUBLIKA.CO.ID,PEKANBARU--Kendati secara umum program penerapan Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP di Kota Pekanbaru, Riau, sudah bisa berjalan, namun ada tiga kecamatan yang belum berhasil melaksanakannya, karena terkendala pasokan listrik yang tidak mencukupi.


"Sejauh ini kami sudah melaksanakan program e-KTP di delapan kecamatan. Tinggal tiga kecamatan masih terkendala pasokan listrik. Kami menunggu kesiapan prasarana listrik, baru dilanjutkan," ujar Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcatpil) Pekanbaru, Masriyah, Kamis (13/10).
Meskipun 'launching' (peluncuran) penerapan program Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik di Pekanbaru sudah dilakukan 5 Oktober lalu, menurutnya, diakuinya ada beberapa kendala penting di lapangan. Misalnya ia menunjuk jatah alat dari pusat sebanyak 43, baru datang 24 item."Itu pun belum semua bisa dioperasionalisasikan," ujarnya.
Sementara tiga kecamatan yang belum bisa menerapkan e-KTP, masing-masing Kecamatan Sukajadi, Marpoyan, Damai, dan Rumbai Pesisir.
Dijelaskan, selain masalah listrik dan peralatan dari Pusat, terkendalanya penerapan e-KTP di ketiga kecamatan tersebut, terjadi akibat masih minimnya tenaga ahli."Pasalnya, kami tidak diperbolehkan Mendagri merekrut tenaga honorer dari luar. Oleh karena itulah, sepertinya kami tidak akan mampu menyelesaikan target dari pusat 100 hari kerja, hal ini disebabkan banyak terkendala baik dari teknis, maupun persiapan dari masing-masing kecamatan,"ungkapnya. Daya listrik yang dipergunakan untuk operasional semua alat program e-KTP, sebesar 700 mega watt. Sementara rata-rata kecamatan hanya memiliki daya listrik 300 mega watt.
Kendati begitu, hingga saat ini sudah ada 800 e-KTP berhasil diselesaikan Disdukcapil, berasal dari delapan kecamatan se-Kota Pekanbaru.
2.4 Tanggapan-tanggapan atau Kritikan Mengenai Penerapan e KTP
Berdasarkan berbagai data, artikel dan referensi yang telah saya baca mengenai penerapan e KTP dapat saya ambil beberapa tanggapan atau kritikan mengenai hal ini. Menurut pendapat saya, e KTP ini sangat bagus untuk diterapkan di Negara Indonesia. Selain memudahkan pemerintah untuk mendata penduduk, e KTP juga dapat memberikan keaslian yang falid atas data orang yang membuat e KTP tersebut.
Oleh karena itu, dengan e KTP para penduduk pun tidak bisa membuat kepalsuan data pribadinya karena pembuatan e KTP ini juga disertai sidik jari secara digital atau elektronik juga. Penduduk juga tidak bisa menduplikatkan kartu tanda penduduknya dengan data yang berbeda dikarenakan sidik jari tersebut. Jadi menurut saya penerapan e KTP sangat efisien bila diterapkan. Orang-orang yang ingin menghilangkan data diri dan mengubahnya pun tidak bisa.
Penerapan e KTP ini memang sudah mulai diterapkan di berbagai kecamatan di provinsi Riau khususnya. Namun, masih banyak kendala yang menghambat pembuatan e KTP tersebut salah satunya adalah daya listrik yang tidak cukup. Hal ini harus diperhatikan oleh pemerintah guna mempermudah melanjutkan kerja dalam penerapan e KTP. Ditakutkan jika hal ini tidak segera ditanggapi e KTP tidak dapat berjalan dengan lancar dan hanya fakum tanpa ada proses keja yang berjalan.
Diharapkan untuk kecamatan-kecamatan yang sudah mulai menerapkan e KTP juga harus dengan segera memulai pendataan atau pembuatan e KTP bagi warga penduduk di kecamatan tersebut. Hal ini dikarenakan agar adanya angsuran pendataannya sehingga tidak menambah hambatan untuk penerapan e KTP di daerah lainnya.
Selain itu, diharapkan juga kepada warga masyarakat untuk memiliki kesadarannya dalam pembuatan e KTP ini yaitu dengan cara berbondong-bondong datang ke tempat pembuatan e KTP tersebut tanpa harus disuruh. Dengan demikian pengurus dalam pembuatan e KTP ini tidak terlalu kerepotan dalam pemberiaan jadwal kepada penduduk untuk membuat e KTP tersebut.
Terhadap masyarakat yang datang berbondong- bondong membuat e-KTP, sadar maupun tidak, bahwa mereka telah ikut mewarnai makna perubahan yang terjadi. Mereka telah berani membawa sikap positif terhadap perubahan. Mungkin sebagian mereka berpikir, agar diakui oleh pemerintah kewarganegaraannya dengan ber-KTP nasional bahkan mereka ingin mengikuti dan merasakan perkembangan zaman. Merekalah yang dengan segala keterbatasannya rela menghilangkan pikiran negatif terhadap perubahan yang terjadi. Namun bagi mereka yang acuh, terhadap perubahan ini, harus siap dengan yang masalah yang timbul dari perubahan ini.
Mungkin urusan administrasi kependudukan, terutama data mereka menjadi tersendat dalam prosesnya, dibanding dengan yang sudah memiliki e-KTP. Atau mereka tidak mendapatkan beberapa layanan dari pemerintah dan swasta dikarenakan data pribadi yang sudah tidak tersistem di database nasional. Inilah sebuah perubahan yang dilakukan oleh pemerintah. Perubahan tidak dapat dihindari, tetapi perubahan harus dihadapi, untuk dibuat menjadi sesuatu yang berarti.
Ada cerita hikmah yang menarik, tentang perbuataan yang bisa mewarnai perubahan dari negeri Arab. Seseorang diantara rombongan saudagar kaya yang sedang melewati padang pasir, melihat kakek tua renta, badannya bungkuk, wajahnya hampir tersentuh tanah, berjalan perlahan. Terlihat maju kemudian mundur perlahan-lahan. Sehingga membuat penasaran. Rombongan itupun lalu menghampiri dan kemudian bertanya pada kakek tua itu.Apa gerangan yang sedang dilakukan. Kakek tua itu pun menjawab, bahwa ia sedang menanam buah kurma. Tersentak, para saudagar itupun tertawa terbahak- bahak dengan jawaban itu. Mereka mengatakan, apakah kakek bisa menikmati, kelak hasil dari buah yang ditanam ini. Padahal usia kakek sudah tidak lama lagi. Kakek itupun menjawab, bahwa, yang dilakukan ini, adalah bukan buat dirinya saja, tapi kelak, kalau kurma ini tumbuh bahkan berbuah, hasilnya bisa dinikmati oleh anak, cucu kita bahkan orang banyak. Dan pohon pohonnya bisa menjadi tempat berteduh bagi siapun yang melintasi jalan ini.
Cerita ini menginspirasi kepada kita, bahwa pentingnya berbuat sesuatu terhadap digiatkannya pembuatan e-KTP. Bukankah pak tani menanam padi, menanam karet, menanam sawit, bahkan kita bekerja apa saja berharap ada perubahan dihari esok.
Saat ini perekaman database masyarakat telah menggunakan perlengkapan informasi teknologi dan komunikasi yang handal, cepat serta didukung SDM yang sesuai, semakin memaknai, bahwa perubahan ini harus diteruskan. E-KTP membawa perubahan perbaikan buat diri, masyarakat bahkan Negara kita. Apa salahnya jika kita turut berpartisipasi di dalamnya minimal mencari tahu tentang e KTP tersebut.
Selain kepada masyarakat, pemerintah juga harus aktif dalam meluncurkan pemahaman mengenai e KTP kepada masyarakat, yaitu dengan cara mensosialisasikan melalui media cetak, media masa, ataupun secara langsung datang di tengah-tengah masyarakat. Sehingga, bagi masyarakat yang memang belum paham bahkan tidak paham sama sekali mengenai e KTP bisa mengikuti sosialisasi tersebut. Oleh karena itu, hal ini juga kembali ditekankan kepada masyarakat untuk memiliki kesadaran dalam berpartisipasi membangun sebuah perubahan.
Siapa lagi kalau bukan warga Negara Indonesia yang membangun perubahan di Negara ini? Pemerintah telah memberikan sebuah perubahan, maka kita juga harus mengikuti arus perubahan tersebut supaya semua yang telah direncanakan dapat berjalan maksimal.
Selain itu, pesan juga untuk pengurus proyek e KTP ini, harus dilakukan perincian dana yang dibutuhkan, dikeluarkan, serta dana yang masuk agar jelas penggunaannya dan tidak timbul suatu masalah baru yang mungkin dapat menghambat perkembangan e KTP tersebut. Mengapa demikian? Karena manusia tidak pernah luput dari kesalahan, kelalaian, dan khilaf.



BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Adapun simpulan yang dapat diambil dari penulisan makalah ini adalah:
1. E KTP (Elektronik Kartu Penduduk) adalah suatu kartu tanda penduduk yang dibuat dari mesin elektronik dan ditulis dengan data digital.
2. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (disdukcapil) Kota Pekanbaru, melakukan launching serentak Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Kecamatan Bukit Raya, Payung Sekaki, Senapelan, Tenayan Raya dan Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru.
3. Hambatan utama dalam penerapan e KTP adalah listrik.
4. E KTP memang perlu diterapkan di semua kecamatan.
3.2 Saran
Saran yang dapat diberikan kepada penulis dan pembaca antara lain:
1. Diharapkan penulis dapat mengembangkan dan melanjutkan penulisan makalah mengenai kritikan penerapan e KTP
2. Diharapkan hasil penulisan ini dapat dijadikan sebagai bahan bacaan dan ilmu pengetahuan


DAFTAR PUSTAKA
Koran Riau. 2011
Riau Pos. 2011
http://www.halloriau.com/favicon.ico
http://static.republika.co.id/files/img/favicon.png
http://bangka.tribunnews.com/favicon.ico

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer