Kamis, 15 Desember 2011

MAKALAH PROGRAM KELUARGA BERENCANA

MAKALAH
PROGRAM KELUARGA BERENCANA
(KEPENDUDUKAN)
OLEH:
NEFI FITRIANA
1101120454

ILMU PEMERINTAHAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2011
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpahan karunia_Nya penulis dapat menyelesaikan sebuah makalah yang berjudul “Program Keluarga Berencana”. Penyusunan makalah ini bertujuan sebagai penunjang mata kuliah Kependudukan yang nantinya dapat digunakan mahasiswa untuk menambah wawasan dan pengetahuannya.
Di dalam pembuatan makalah ini banyak pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikannya, sehingga makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya. Pertama kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Drs. Yoskar Kadarisman selaku dosen pembimbing, karena atas bimbingan dan sarannya jualah kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Terakhir kepada teman-teman yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.
Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini mungkin banyak terdapat kesalahan-kesalahan dan masih jauh dari kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritikan-kritikan dari pembaca dan mudah-mudahan makalah ini dapat mencapai sasaran yang diharapkan dan mudah-mudahan makalah ini juga dapat bermanfaat bagi kita semua.


Pekanbaru, Desember 2011
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3
BAB I PENDAHULUAN 4
1.1 Latar Belakang 4
1.2 Rumusan Masalah 4
1.3 Tujuan 5
1.4 Manfaat 5
BAB II ISI DAN PEMBAHASAN 6
2.1 Pengertian Keluarga Berencana 6
2.2 Tujuan Program Keluarga Berencana 6
2.3 Cara-cara atau Metode Pelaksanaan Program Keluarga Berencana 7
2.4 Dampak Positif Program Keluarga Berencana 10
2.5 Dampak Negatif Program Keluarga Berencana 12
BAB III PENUTUP 13
3.1 Kesimpulan 13
3.2 Saran 13
DAFTAR PUSTAKA 14

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seperti yang kita ketahui Indonesia merupakan negara yang termasuk memiliki kepadatan penduduk terbanyak di dunia. Hal ini disebabkan salah satunya adalah karena negara Indonesia memiliki tingkat kelahiran yang begitu tinggi sehingga terjadilah kepadatan penduduk. Kepadatan penduduk tersebut tentu saja menjadi suatu masalah bagi negara Indonesia yang perlu diperhatikan oleh pemerintah sehingga banyak upaya yang dipilih atau diprogramkan oleh pemerintah Indonesia untuk mengurangi kepadatan penduduk tersebut dengan cara melakukan program Keluarga Berencana atau dikenal dengan singkatan KB. Oleh karena itu, penulis ingin mengetahui beberapa hal yang berkaitan dengan program keluarga berencana dan sehingga penulis membuat makalah ini dengan judul “Program Keluarga Berencana”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang tersebut diatas, maka dapat diasumsikan beberapa rumusan masalah yaitu:
1. Apakah yang dimaksud dengan Keluarga Berencana?
2. Apa yang menjadi tujuan dilaksanakannya program Keluarga Berencana tersebut?
3. Apa saja cara untuk terbentuknya Keluarga Berencana?
4. Apa saja dampak positif dari program Keluarga Berencana tersebut?
5. Apa saja dampak negatif dari program Keluarga Berencana tersebut?
1.3 Tujuan
Berdasarkan beberapa rumusan masalah di atas dapat diambil tujuan penulisan makalah ini adalah:
1. Agar mengetahui pengertian mengenai Keluarga Berencana.
2. Supaya mengetahui tujuan dilaksanakannya program Keluarga Berencana.
3. Agar mengerti apa saja cara untuk melaksanakan program Keluarga Berencana.
4. Supaya mengetahui dampak positif dilaksanakannya program Keluarga Berencana.
5. Supaya mengetahui dampak negatif dilaksanakannya program Keluarga Berencana.
1.4 Manfaat
Adapun manfaat yang diharapkan dalam pembuatan makalah ini adalah:
1. Hasil penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pembaca mengenai program Keluarga Berencana.
2. Hasil penulisan makalah ini diharapkan dapat menambah wawasan, pengetahuan, dan pengalaman bagi pembaca dan penulis mengenai program Keluarga Berencana.

BAB II
ISI DAN PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Keluarga Berencana
KB adalah singkatan dari Keluarga Berencana. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997), maksud daripada ini adalah: "Gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran."
Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu usaha untuk merencanakan jumlah anak serta jarak kehamilan menggunakan alat kontrasepsi.
Http://www.klikdokter.com/favicon.ico mengemukakan bahwa Keluarga berencana adalah usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. Untuk dapat mencapai hal tersebut maka dibuatlah beberapa cara atau alternatif untuk mencegah ataupun menunda kehamilan.
Memiliki keluarga ideal adalah dambaan setiap orang dan dengan Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita, meskipun tidak selalu diakui demikian.
2.2 Tujuan Program Keluarga Berencana
Tujuan Keluarga Berencana Nasional di Indonesia adalah :
Tujuan Umum
Meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Normal Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk.

Tujuan Khusus

  1. Meningkatkan jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi.
  2. Menurunnya jumlah angka kelahiran bayi.
  3. Meningkatnya kesehatan Keluarga Berencana dengan cara penjarangan kelahiran.
2.3 Cara-cara atau Metode Pelaksanaan Program Keluarga Berencana
Keluarga berencana adalah usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. Untuk dapat mencapai hal tersebut maka dibuatlah beberapa cara atau alternatif untuk mencegah ataupun menunda kehamilan. Cara-cara tersebut termasuk kontrasepsi atau pencegahan kehamilan dan perencanaan keluarga.
Metode kontrasepsi bekerja dengan dasar mencegah sperma laki-laki mencapai dan membuahi telur wanita (fertilisasi) atau mencegah telur yang sudah dibuahi untuk berimplantasi (melekat) dan berkembang di dalam rahim. Kontrasepsi dapat reversible (kembali) atau permanen (tetap). Kontrasepsi yang reversible adalah metode kontrasepsi yang dapat dihentikan setiap saat tanpa efek lama di dalam mengembalikan kesuburan atau kemampuan untuk punya anak lagi. Metode kontrasepsi permanen atau yang kita sebut sterilisasi adalah metode kontrasepsi yang tidak dapat mengembalikan kesuburan dikarenakan melibatkan tindakan operasi.
Metode kontrasepsi juga dapat digolongkan berdasarkan cara kerjanya yaitu metode barrier (penghalang), sebagai contoh, kondom yang menghalangi sperma; metode mekanik seperti IUD; atau metode hormonal seperti pil. Metode kontrasepsi alami tidak memakai alat-alat bantu maupun hormonal namun berdasarkan fisiologis seorang wanita dengan tujuan untuk mencegah fertilisasi (pembuahan).
Faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi adalah efektivitas, keamanan, frekuensi pemakaian dan efek samping, serta kemauan dan kemampuan untuk melakukan kontrasepsi secara teratur dan benar. Selain hal tersebut, pertimbangan kontrasepsi juga didasarkan atas biaya serta peran dari agama dan kultur budaya mengenai kontrasepsi tersebut. Faktor lainnya adalah frekuensi bersenggama, kemudahan untuk kembali hamil lagi, efek samping ke laktasi, dan efek dari kontrasepsi tersebut di masa depan. Sayangnya, tidak ada metode kontrasepsi, kecuali abstinensia (tidak berhubungan seksual), yang efektif mencegah kehamilan 100%.
Gambar 1. Metode Kontrasepsi
Bermacam-macam metode kontrasepsi
Seorang wanita dapat tetap menjadi hamil bila :
· Melakukan coitus interuptus
· Menyusui
· Saat pertama kali berhubungan seksual
· Bila wanita tidak orgasme
· Memakai douches (memasukkan cairan kimia atau spermisida ke dalam vagina)
· Posisi apapun dalam berhubungan seks
Kontrasepsi untuk wanita usia lanjut
Semakin bertambah usia maka terdapat perubahan dari periode menstruasi. Ketika darah haid akhirnya berhenti, maka seorang wanita memasuki masa menopause. Bagaimanapun juga, kontrasepsi sebaiknya digunakan sampai wanita tidak mendapatkan menstruasi atau darah haid selama 2 tahun jika usia kurang dari 50 tahun atau 1 tahun jika usia lebih dari 50 tahun.
Metode kontrasepsi terdiri dari :
1. Kontrasepsi hormonal
Kontrasepsi oral kombinasi Kontrasepsi oral progestin Kontrasepsi suntikan progestin Kontrasepsi suntikan estrogen-progesteron Implant progestin Kontrasepsi Patch
  1. Kontrasepsi barrier (penghalang)
    • Kondom (pria dan wanita)
    • Diafragma dan cervical cap
  1. Spermisida
  2. IUD (spiral)
  3. Perencanaan keluarga alami
  4. Penarikan penis sebelum terjadinya ejakulasi
  5. Metode amenorea menyusui
  6. Kontrasepsi darurat
    • Kontrasepsi darurat hormonal
    • Kontrasepsi darurat IUD
  1. Sterilisasi
    • Vasektomi
    • Ligasi tuba
2.4 Dampak positif Program Keluarga Berencana
Berikut ini beberapa manfaat KB yang perlu diketahui :
Kehamilan terlalu dini
Perempuan dibawah usia 17 tahun rentan mengalami kematian sewaktu persalinan. Hal ini dikarenakan perkembangan tubuhnya belum sempurna dan belum cukup matang serta siap dilewati bayi. Sang bayi pun terancam resiko kematian sebelum usianya mencapai satu tahun.
Kehamilan terlalu "telat"
Perempuan berusia terlalu tua untuk mengandung dan melahirkan memiliki banyak resiko berbahaya. Terlebih jika memiliki masalah-masalah kesehatan lain atau terlalu sering hamil dan melahirkan.
Kehamilan-kehamilan jarak dekat
Kehamilan dan persalinan membutuhkan banyak energi dan kekuatan. Jika Ibu belum pulih dari satu pesalinan namun sudah hamil kembali, tubuh tidak akan sempat memulihkan kebugarannya. Berbagai masalah bahkan kematian pun akan dihadapi saat berhadapan dengan situasi kehamilan jarak dekat.
Terlalu sering hamil dan melahirkan
Perempuan memiliki lebih dari empat anak beresiko menghadapi kematian akibat pendarahaan hebat dan kelainan-kelainan lainnya.
Tidak ada paksaan dan tidak ada yang boleh memaksa Ibu untuk mengikuti program Keluarga Berencana ataupun tidak. Namun pekerja kesehatan akan menyarankan Ibu untuk mengikuti program ini jika terjadi sesuatu yang dapat membahayakan diri Ibu. Dibutuhkan kesadaran dalam diri sendiri, mengenai pentingnya mengikuti program Keluarga Berencana, baik untuk kebaikan diri sendiri, anak, juga kesejahteraan keluarga.
Tidak ada yang boleh memaksa Ibu mengikuti program Keluarga Berencana, dan tidak ada paksaan untuk Ibu mengenakan alat KB tertentu. Namun jika alat KB yang Ibu pilih dapat membahayakan diri sendiri, maka konsultasikan terlebih dahulu hal tersebut pada dokter kandungan.
2.5 Dampak Negatif Program Keluarga Berencana
Selain memiliki dampak positif, program keluarga berencana ini juga memiliki dampak-dampak negative antara lain:
1. Menerima efek samping dari pemakaian alat kontrasepsi
2. Tidak dapat haid (sering setelah pemakaian berulang)
3. Sering menaikkan Berat Badan
4. Peningkatan risiko infeksi
5. Frekuensi bersenggama
6. Kemudahan untuk kembali hamil lagi
7. Efek samping ke laktasi
8. Efek dari kontrasepsi tersebut di masa depan
9. Memiliki keturunan terbatas

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan isi dan pembahasan adalah:
1. Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu usaha untuk merencanakan jumlah anak serta jarak kehamilan menggunakan alat kontrasepsi.
2. Program Keluarga Berencana (KB) memiliki dua tujuan, yaitu tujuan khusus dan tujuan umum.
3. Program Keluarga Berencana (KB) dilakukan dengan cara kontrasepsi atau pencegahan kehamilan dan perencanaan keluarga.
4. Dampak positif Program Keluarga Berencana adalah terciptanya keluarga yang ideal dan dapat mengurangi angka kelahiran.
5. Dampak negative Program Keluarga Berencana adalah menerima efek penggunaan alat kontrasepsi dan obat pencegah hamil.
3.2 Saran
Adapun saran yang dapat diberikan kepada pembaca dan penulis mengenai makalah ini adalah:
1. Diharapkan penulis dapat mengembangkan dan melanjutkan penulisan makalah mengenai program Keluarga Berencana ini.
2. Diharapkan hasil penulisan makalah ini dapat dijadikan sebagai bahan bacaan dan ilmu pengetahuan.
DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer