...

Selasa, 30 Oktober 2012

MAKALAH PAHAM SOSIALISME DI SUATU NEGARA



67
MAKALAH
PAHAM SOSIALISME DI SUATU NEGARA



M.FATTAH FUQAHA
1101121005
KELOMPOK IX




EKOLOGI PEMERINTAHAN
JURUSAN ILMU PEMERINTAHAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS RIAU
2012


KATA PENGANTAR

                      Puji syukur penulis sampaikan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini dibuat melainkan untuk pelengkap proses mata kuliah ekologi pemerintahan. Masalah yang dibahas dalam maKalah ini adalah seputar tentang sosialisme yang ada di berbagai negara-negara yang menganut azaz sosialisme.
                     Selesainya makalah ini berkat bantuan berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan terimakasih sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunnya. Semoga pembaca berkenan untuk menjadikan makalah ini sebagai salah satu acuan untuk memahami kaidah-kaidah dalam kehidupan sehari-hari dan semoga bermanfaat bagi pembaca.

Pekanbaru, Oktober 2012

Penulis


ABSTRAK

Sosialisme atau sosialis adalah paham yang bertujuan membentuk negara kemakmuran dengan usaha kolektif yang produktif dan membatasi milik perseorangan. Sosialisme dapat mengacu ke beberapa hal yang berhubungan dengan ideologi atau kelompok ideologi, sistem ekonomi, dan negara. Istilah ini mulai digunakan sejak awal abad ke-19. Dalam bahasa Inggris, istilah ini digunakan pertama kali untuk menyebut pengikut Robert Owen pada tahun 1827. Di Perancis, istilah ini mengacu pada para pengikut doktrin Saint-Simon pada tahun 1832 yang dipopulerkan oleh Pierre Leroux dan J. Regnaud dalam l'Encyclopédie Nouvelle.
Penggunaan istilah sosialisme sering digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda-beda oleh berbagai kelompok, tetapi hampir semua sepakat bahwa istilah ini berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat egalitarian yang dengan sistem ekonomi menurut mereka dapat melayani masyarakat banyak daripada hanya segelintir elite. Negara yang menganut paham sosialisme adalah Kuba dan Venezuela.
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 2
ABSTRAK 3
DAFTAR ISI 4
BAB I PENDAHULUAN 5
1.1 Latar Belakang 5
1.2 Rumusan Masalah 5
1.3 Tujuan 5
1.4 Tinjauan Teoritis 5
BAB II ISI DAN PEMBAHASAN 6
2.1 Pengertian Sosialisme 6
2.2 Perkembangan Sosialisme 7
2.3 Paham Sosialisme di Indonesia 8
BAB III PENUTUP 11
3.1 Kesimpulan 11
3.2 Saran 11
DAFTAR PUSTAKA 13



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Ekologi pemerintahan ialah suatu ilmu yang mempelajari adanya proses saling pengaruh mempengaruhi sebagai akibat adanya hubungan normatif secara total dan timbal balik antara pemerintah dengan lembaga lembaga tertinggi/tinggi Negara, maupun antar pemerintah, vertical horizontal, dan dengan masyarakatnya. Berdasarkan pengertian tersebut dapat kita ketahui bahwa ekologi pemerintahan ini ternyata juga tidak terlepas dari proses interaksi antar manusia atau mungkin dengan kata lain disebut sosialisasi. Dengan demikian, di dalam pembahasan ekologi pemerintahan ini terdapat sebuah pokok bahasan mengenai sosialisme. Oleh karena itu, penulis ingin membahas lebih jauh mengenai “sosialisme” ini.
1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan penjabaran latar belakang di atas, dapat diambil beberapa rumusan masalah, diantaranya:
1.      Apakah yang dimaksud dengan sosialisme?
2.      Bagaimana perkembangan sosialisme?
3.      Bagaimana paham sosialisme di Indonesia?
1.3  Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:
1.    Untuk mengetahui pengertian sosialisme
2.    Untuk memahami tentang perkembangan sosialisme.
3.    Untuk memahami paham sosialisme di Indonesia.

1.4  Tinjauan Teoritis
Beberapa teori yang perlu dilakukan peninjauan adalah:
1.    Sosialisme atau sosialis adalah paham yang bertujuan membentuk negara kemakmuran dengan usaha kolektif yang produktif dan membatasi milik perseorangan.
2.    Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan.

3.     
BAB II
ISI DAN PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sosialisme
Secara etimologis, sosialisme berasal dari bahasa Latin “SOCIUS” yang berarti sahabat atau teman. Istilah ini merupakan suatu prinsip pengendalian harta dan produksi serta kekayaan oleh kelompok. Sosialisme juga mendasarkan diri pada cita-cita sosial bahwa kekayaan di dunia ini milik bersama, dan pemilikan secara bersama lebih baik daripada pemilikan secara perseorangan, dan keadaan masyarakat dimana hak milik pribadi atas alat-alat produksi telah dihapuskan.
Gerald Braunthal mendifinisikan sosialisme sebagai suatu teori ekonomi dan politik yang menekankan pentingnya peranan Komusial dan Pemerintah dalam menguasai alat-alat produksi dan distribusi barang.
Sosialisme sebagai suatu gerakan melupakan naluri fitrah bahwa hak-hak milik pribadi merupakan keniscayaan, sehingga membuat sosialisme melupakan hak dasar manusia. Karena itu, sosilisme semakin rapuh, sejak rasionalisme (modernisme) yang menghargai kepenuhan pribadi dan bebas untuk bersaing telah maju pesat di Eropa. Akhirnya sosialisme hanya tinggal kenangan.
Latar Belakang Sosialisme:
Sosialisme ini muncul karena Marx tidak setuju dengan apa yang dilakukan kaum borjuis terhadap kaum buruh yang mereka perlakukan seperti “sapi perah” yang hanya dimanfaatkan untuk kepentingan mereka sendiri.
Kaum miskin (proletariat) sebagai kelompok tertindas merupakan kelas yang mengembangkan gerakan pembebasan dari ketertindasan ekonomi maupun pilitik. Sosialisme modern yang memusatkan perhatian untuk membebaskan kelas pekerja industri dari belenggu kapitalisme industri sejak revolusi perancis dan industri. Pandangan ini merupakan reaksi yang mencerminkan perubahan-perubahan dalam organisasi sosial yang disebabkan oleh industrialisasi yang bertepatan dengan lahirnya gerakan Buruh terorganisasi di Inggris.
Berdasarkan perkembangan dan cita-cita sosialisme, maka perjuangan sosialisme mencapai puncak prosesnya pada Marx. Karena Marx memberi landasan filosofis-idiologis terhadap gerakan pembebasan kaum tertindas dari cengkraman kaum pemilik modal. Marx maupun pengikutnya (marxisme) mempunyai suatu kesepakatan gerakan yaitu pembebasan.
2.2 Perkembangan Sosialisme
Tokoh Pencetus Sosialisme:
Karl Marx adalah orang yang mengenalkan adanya ideologi sosialisme ini, beliau lahir di Trier- Prusia, 5 Mei 1818.  Ayahnya bernama Heinrich Marx, seorang penganut agama Majusi, tetapi sebelum Karl Mark lahir ayahnya berganti menjadi penganut Luther semata–mata demi karirnya sebagai pengacara. Karl Marx dibesarkan oleh ibunya yang bernama Henrietta Pressburg yang berasal dari Belanda.
Karena latar belakang keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan, Heinrich mengasuh pendidikan anaknya sendiri di rumah hingga usia 12 tahun. Karl Mark selanjutnya di sekolahkan di sekolah senam di Trier, selanjutnya barulah Mark meneruskan studi di Universitas Bonn Tahun 1835, saat itu usia Karl Mark mencapai 17 tahun. Karl Mark lebih menyukai studi mengenai filsafat, meski ayahnya menginginkan studi di bidang hukum yang bisa langsung dipraktekan di masyarakat. Pada perioda ini Karl Mark banyak menulis puisi dan essai yang berhubungan dengan makna hidup, dengan menyelipkan keyakinan dia tentang ateis, karena pengaruh filsafat Young Hegelians ( pengikut ajaran Hegel ), yang selama jenjang waktu itu menguat di masyarakat Berlin. Karl Mark memperoleh title Doctor pada Tahun 1841 setelah merampungkan thesis The Difference Between the Democritean and Epicurean Philosophy of Nature.
Karl Marx menikahi Jenny von Westphalen, termasuk wanita terpelajar putri seorang ningrat dari Prussia pada tanggal 19 Juni 1843. Marx and Jenny dikarunia 7 putra tetapi karena jatuh miskin, putra Karl hanya tinggal 3 hingga dewasa. Penghasilan utama Mark dan keluarganya adalah berasal dari Friedrich Engels, karena jasa Karl sebagai penulis artikel di koran milik sahabatnya itu.
Tak lama kemudian setelah menikah ia terpaksa meninggalkan jerman untuk dapat suasana yang lebih libaral di Paris. Di Paris ia bergualat dengan gagasan Hegel dan pendukungnya, tetapi ia juga menghadapi dua kumpulan gagasan baru – sosialisme Prancis dan politik Ekonomi Inggris. Dengan cara yang unik dia menggabungkan hegelian, sosialisme dan ekonomi politik yang kemudian menentukan orientasi intelektualnya.
Pada tahun 1848, Marx menerbitkan manifesto Komunis, Manifesto digambarkan oleh marxians sebagai”Pagam Kebebasan Buruh Dunia,”dan itu adalah platform Liga Komunis. Ini menganjurkan penghapusan properti di tanah, dan aplikasi semua sewa tanah untuk kepentingan publik yang berat lulus properti atau pajak penghasilan, penghapusan semua hak warisan, penyitaan semua milik imigran dan Negara mengendalikan semua komunikasi dan transportasi, serta penghapusan buruh pabrik dan pendidikan gratis untuk semua anak di sekolah umum.
Lalu pada 28 september 1864, marx dan Engels mendirikan organisasi “Asosiasi Pekerja Internasional” di St Martin’s hall di London, yang terdiri dari Inggris, Perancis, jerman, Italia, Swiss, dan polandia Sosialis, yang didedikasikan untuk menghancurkan. Sistem ekonomi yang berlaku”. Kemudian dikenal sebagai Sosialis Internasional Pertama, yang delapan tahun kemudian menyebar ke new York dan bergabung dengan Partai Sosialis. Beberapa partai Sosialis awal adalah : Partai Sosialis Demokrat Denmark (1870), Swedia Partai Sosialis (1889), Partai Buruh Norwegia(1887),Partai Sosial Demokrat Australia(1888), Partai Buruh Belgia(1885),Belanda Demokratik Sosialis-Pekerja Partai(1894),Spanyol Partai Buruh Sosial (1879),Partai Sosialis Italia (1892),dan Federasi Sosial Demokrat Britania Raya (1880).
2.3 Paham Sosialisme Indonesia
Pendiri Sosialisme di indonesia yaitu:
Salah satu tokoh pendiri sosialisme di Indonesia adalah Sutan Sjahrir, ia lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat, 5 Maret 1909  dan meninggal di Zürich, Swiss, 9 April 1966. Ia meninggal dalam pengasingan sebagai tawanan politik dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.
Ia adalah seorang politikus dan perdana menteri pertama Indonesia. Ia menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia dari 14 November 1945 hingga 20 Juni 1947.
Pada masa perjuangan dalam perebutan Kemerdekaan RI dari penjajahan Jepang, Syahrir membangun jaringan gerakan bawah tanah anti-fasis. Anggota jaringan gerakan bawah tanah kelompok Syahrir adalah kader-kader PNI(Pendidikan Nasional Indonesia) Baru yang tetap meneruskan pergerakan dan kader-kader muda yakni para mahasiswa progresif.
Lalu pada November 1945 Syahrir didukung pemuda dan ditunjuk Soekarno menjadi formatur kabinet parlementer. Pada usia 36 tahun, Syahrir ikut dalam memperjuangkan kedaulatan Republik Indonesia, sebagai Perdana Menteri termuda di dunia, merangkap Menteri Luar Negeri dan Menteri Dalam Negeri.
Selepas memimpin kabinet, Sutan Syahrir diangkat menjadi penasihat Presiden Soekarno sekaligus Duta Besar Keliling. Dan juga Syahrir mendirikan Partai Sosialis Indonesia (PSI) pada bulan Februari 1948.
Sosialisme Sjahrir berpijak kepada penghormatan nilai-nilai demokrasi dan humanisme. Menghargai dan mengutamakan kemerdekaan individu-individu masyarakat Indonesia. Oleh karenanya, Sjahrir berpendapat bahwa Revolusi Indonesia hendaknya melebarkan sayap jauh melampaui batas-batas kemerdekaan nasional untuk menanamkan kemajuan sosial-ekonomi yang berakar luas.
Sjahrir tegas membedakan paham sosialisme yang hendak diperjuangkannya di Indonesia dengan sosialisme yang ada di Eropa Barat maupun sosialisme yang ditawarkan komunis. Pergumulannya atas paham-paham sosialisme di Eropa Barat dan kekhawatirannya akan komunisme totaliter membawanya pada pemikirannya tentang sosialisme yang sesuai bagi Indonesia, yaitu sosialisme-kerakyatan.
Tahun 1955 PSI (Partai Sosialis indonesia) gagal mengumpulkan suara dalam pemilihan umum pertama di Indonesia. Hubungan Sutan Syahrir dan Presiden Soekarno memburuk sampai akhirnya PSI dibubarkan tahun 1960. Tahun 1962 hingga 1965, Syahrir ditangkap dan dipenjarakan tanpa diadili sampai menderita stroke.
Dalam perkembangannya, ternyata sosialis sampai sekarang masih berkembang. Dengan adanya Komunitas Sosialis Indonesia (KSI) yang didirikan oleh profesional muda yang pernah aktif dalam keorganisasian sosialisme demokrasi di Indonesia. Komunitas ini berasaskan Kemanusiaan, Kerakyatan, Kebebasan, Keadilan dan Solidaritas. Tujuan organisasi ini yaitu menciptakan masyarakat sosialis yang demokratis.



BAB III
PENUTUP
3.1    Kesimpulan
            Kesimpulan dari penulisan makalah ini dapat penulis simpulkan yaitu:
1.    Sosialisme merupakan reaksi terhadap revolusi industri dan akibat-akibatnya. Awal sosialisme yang muncul pada bagian pertama abad ke-19 dikenal sebagai sosialis utopia. Sosialisme ini lebih didasarkan pada pandangan kemanusiaan (humanitarian). Paham sosialis berkeyakinan perubahan dapat dan seyogyanya dilakukan dengan cara-cara damai dan demokratis. Paham sosialis juga lebih luwes dalam hal perjuangan perbaikan nasib buruh secara bertahap.
2.    Istilah sosialisme atau sosialis dapat mengacu ke beberapa hal yang berhubungan dengan ideologi atau kelompok ideologi, sistem ekonomi, dan negara. Istilah ini mulai digunakan sejak awal abad ke-19. Dalam bahasa Inggris, istilah ini digunakan pertama kali untuk menyebut pengikut Robert Owen pada tahun 1827. Di Perancis, istilah ini mengacu pada para pengikut doktrin Saint-Simon pada tahun 1832 yang dipopulerkan oleh Pierre Leroux dan J. Regnaud dalam l'Encyclopédie Nouvelle.
3.    Dalam perkembangannya, ternyata sosialis sampai sekarang masih berkembang. Dengan adanya Komunitas Sosialis Indonesia (KSI) yang didirikan oleh profesional muda yang pernah aktif dalam keorganisasian sosialisme demokrasi di Indonesia. Komunitas ini berasaskan Kemanusiaan, Kerakyatan, Kebebasan, Keadilan dan Solidaritas. Tujuan organisasi ini yaitu menciptakan masyarakat sosialis yang demokratis.

3.2    Saran
            Adapun saran yang dapat penulis berikan adalah:
1.    Bagi para pembaca dan rekan-rekan yang lainnya, jika ingin menambah wawasan dan ingin mengetahui lebih jauh, maka penulis mengharapkan dengan rendah hati agar lebih membaca buku-buku ilmiah dan buku-buku filsafat lainnya yang berkaitan dengan judul “ paham ssosialisme di suatu negara ”.
2.    Kritik dan saran yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi perbaikan dan kesempurnaan makalah ini.
3.    Jadikanlah makalah ini sebagai sarana yang dapat mendorong para mahasiswa/i berfikir aktif dan kreatif.



DAFTAR PUSTAKA

Andrain, Charles F.1992. Kehidupan Politik dan Perubahan Social. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana Yogya
Azhar, Muhammad. 1996. Filsafat politik. Yogyakarta: PT. Grafindo Persada
Budiardjo, Miriam. 2009.  Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Evriza. 2008. Ilmu Politik. Depok: ALFABETA Bandung
Kencana S, Inu. 1998. Teori dan Analisis Politik Pemerintahan. Jatinangor: PT. Perca Jakarta

Miskawi. Oktober. 2012. Ideology fasisme. http://teachingofhistory.blogspot.com

Noer, Deliar. 1964. Pengantar ke Pemikiran Politik. Medan:Yayasan Risalah
Rudy, May. 1992. Pengantar Ilmu Politik. Bandung: PT. Rafika Aditama
Surbakti, Ramlan. 1992. Memahami Ilmu Politik. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia
Yunisva, Hesti. 2003. Ideology dalam Perspektif Islam. Bogor: ESAB Ghifari Yusuf
http://filsafat.kompasiana.com
http://www.facebook.com/topic.php?uid=85822594864&topic=1215










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar